Baru-baru ini saya membaca dua buah buku karya Robert Greene yaitu “48 Hukum Kekuasaan” dan “33 Strategi Perang”. Jenis kedua buku ini adalah buku pengembangan diri, namun mereka memiliki rasa yang sangat amat berbeda dengan buku-buku pengembangan diri pada umumnya, yang biasanya berkutat pada ide-ide seputar motivasi, imajinasi, berpikir positif, dan sebagainya.
Kedua buku ini teramat sangat pragmatis, bahkan terkesan anti idealis. Robert Greene, yang juga pengagum Machiavelli ini, menulis hal-hal yang menurutnya perlu dilakukan untuk mencapai tujuan, tanpa mengindahkan prinsip-prinsip moralitas (di bagian belakang buku “48 Hukum Kekuasaan” tertulis bahwa ini adalah buku yang amoral). Dan disana-sini terdapat kisah-kisah historis yang dijadikan contoh penerapan prinsip-prinsip yang dijabarkannya, sehingga bisa turut memperkaya wawasan sejarah para pembacanya.
Menurut saya, membaca buku ini bagaikan membaca kumpulan cerpen historis yang sarat dengan strategi dan konspirasi. Padahal, ketika saya melihat bahwa ini adalah jenis buku “pengembangan diri” saya agak ogah-ogahan membukanya, karena kebanyakan buku-buku jenis ini hanya mengulang-ulang ide-ide lama yang tidak konkret untuk mencapai tujuan. Namun ketika saya iseng menengok isinya (buku “48 Hukum Kekuasaan”) saya langsung terpikat dan memutuskan untuk membelinya. Setelah itu saya membeli buku kedua, “33 Strategi Perang”, dan sekarang saya sedang mencari karya Greene selanjutnya, “The Art of Seduction”, yang sampai saat ini belum saya temukan setelah saya keliling beberapa toko buku Gramedia.
Bila digambarkan dengan sedikit kata kedua buku Robert Greene ini: Asyik, Beda dan inspiratif. Memang harganya agak mahal (hampir seratus ribu), dikarenakan buku ini cukup tebal (sekitar 600-700 halaman)… but to me, it’s really worth it.
Komentar Terakhir