Der Untergang

30 08 2007

Film buatan Jerman ini kalau tak salah dirilis sekitar tahun 2005. Tapi aku baru nonton ini kemarin (telat banget :p). Film yang kemudian diberi judul inggris “Downfall” ini mengisahkan tentang hari-hari terakhir Adolph Hitler dan para petinggi Nazi dalam sebuah bunker di Kota Berlin yang diserang habis-habisan oleh pasukan dan artileri Rusia.

Hitler menolak untuk pergi meninggalkan Berlin sebagaimana yang diminta oleh para perwira dan staffnya, namun Hitler menolak hal tersebut. Ia mempunyai keyakinan (yang buta) bahwa sisa-sisa pasukan Jerman akan mampu memukul mundur invasi pasukan Rusia, tanpa mau mendengar saran dari beberapa jendralnya bahwa hal tersebut tidaklah mungkin.

Hitler, disitu tampak tua dan sakit-sakitan, dengan sebelah tangan gemetar. Namun hal itu tidak mengurangi sifat kepala batunya untuk menetap di Berlin sampai mati. Setelah ia sadar bahwa kemenangan tidak mungkin terwujud akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri bersama Eva Braun (yang dinikahi sejam sebelumnya), kemudian mayatnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan pasukan musuh.

Bagiku adegan yang paling menyentuh adalah kala Magda Goebbels (istri Joseph Goebbels, Menteri propaganda Jerman) meracuni keenam anaknya dengan pil sianida: Ia meminumkan obat bius kepada mereka, setelah semua tertidur, ia memasukan tablet beracun itu ke mulut mereka satu per satu, lalu menyelimuti mereka dan memberi ciuman selamat tinggal. Kemudian Ia berdiri di hadapan suaminya untuk ditembak di dadanya, dan akhirnya sang suami menembak kepalanya sendiri.

Suami-istri Goebbels melakukan itu karena mereka tak sudi membiarkan anak mereka hidup di dunia tanpa sosialisme nasional (ideologi Nazi), yang mana bagi mereka, tanpa sosialisme nasional berarti tiada masa depan.

Ada pula skenario mengenai sekumpulan prajurit muda yang bertugas mengoperasikan meriam anti udara 88 mm. Mereka bertekad mempertahankan Berlin sampai titik darah terakhir. Ketika mereka mengetahui bahwa sudah tak mungkin untuk menghadang musuh dengan meriam tersebut, dua diantara para prajurit tersebut (pria dan wanita yang masih remaja) melakukan bunuh diri. Sang gadis meminta rekannya untuk menembaknya di dada, pada saat ia dalam pose memberi salam hormat ala Nazi, setelah itu rekan prianya menembak kepalanya sendiri.

Sungguh, Hitler, Goebbels, para perwira, staff maupun tentara yang loyalis adalah para idealis yang membabi-buta dalam mempertahankan idealismenya. Idealisme semacam ini mengaburkan perbedaan antara kekejaman dengan tindakan heroisme.

Namun, dari semua kegilaan itu, ada satu ungkapan Hitler yang mengesankan aku yaitu: “Kehidupan tidak mengasihani kelemahan”. Aku sepakat dengan kalimat itu karena menurutku itu mengandung hikmah agar kita menjadikan diri sendiri kuat supaya mampu mengarungi hidup nan keras.

Namun apakah kuat harus identik dengan kekejian?


Actions

Information

10 responses

30 08 2007
Mrs. Neo Forty-Nine

hai. temennya Dana ya?

salam kenal

:cry:

*lagi sedih*

30 08 2007
danalingga

test comment

30 08 2007
danalingga

to, moderasinya di matiin donk to.

30 08 2007
yume

pertamaxxx….!!!
cuman pen ngabsen doangan ko…hehe..
:mrgreen:

31 08 2007
Hileud

Aikh…disini rupanya teman Danalingga

Salam kenal, salam dari Bali

31 08 2007
Tito

Wuahh…. baru mulai kok sambutannya udah sebanyak ini?
ini pasti ulahmu, Dana…. thanks yah :D

@Neo-49: lam kenal… knp sediiih?? mau kuhibur?

@Yume: silahkan klo mo ngabsen… salam kenal

@Hileud: salam kenal juga…. Bali yah? hhh… mengingatkanku akan seseorg :(

3 09 2007
Tito

Ok… aku tambahin yah blog kalian pada daptar blog-ku? :D

31 10 2007
Ongo

Saya sudah nonton film-nya.. bagus2..

dan setuju dengan pak Tito, adegan yang paling menyentuh ketika Istrinya Hitler meracuni anak2-nya sendiri…

4 STAR ****

2 11 2007
Tito

@ongo: kukoreksi sedikit ya… yg meracuni anak2nya adalah nyonya Goebbels ;)

salam kenal ya pak :)

19 03 2008
Budi Rommel

Der Untergang (Downfall) sejauh ini adalah film yang dapat memberikan gambaran objektif mengenai sosok Adolf Hitler. Dunia sebelumnya hanya mengenal Hitler melalui film-film Hollywood yang umumnya menggambarkan Hitler sebagai mahluk tak berperasaan, monster (yang jadi dalang di Hollywood kan Yahudi….). Namun penyebab pecahnya PD II di Eropa tidak dapat ditimpakan sepenuhnya kepada Hitler, namun hal ini akan panjang jika dibahas.

Leave a comment