Apa yang menyebabkan saya mengakhiri masa hiatus nge-blog saya?
tidak lain adalah satu hal yang berpotensi membuat dunia yang sudah panas jadi semakin panas….
![]()
Well, sebagaimana kita ketahui, telah muncul satu lagi kritikan (saya lebih suka menyebutnya kritikan ketimbang hujatan, cercaan, maupun semacamnya, yang berkonotasi negatif dan menutupi mata kita untuk melihat sisi terangnya) terhadap Islam, yang disiarkan melalui media film dan penyebarannya dipercepat melalui jalur maya. Kritikan itu diberi judul: Fitna. Yaitu sebuah film berdurasi pendek yg dibuat dengan agenda: menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Islam adalah agama teroris.
Sebagai seseorang yang KTP-nya masih ada tulisan “Islam” setelah tulisan “Agama:”, opini saya singkat saja: pesan yang dibawa oleh fitna bersifat memukul kelewat rata. Disitu pandangan sebagian tokoh Islam (yang radikal) dianggap sebagai pandangan Islam itu sendiri, dan suatu penafsiran (yang sekali lagi, radikal) mengenai sebagian ayat Qur’an dianggap sebagai satu-satunya penafsiran yang sah akan ayat-ayat tersebut… klise yak?
. Dan tampaknya film ini dibuat untuk tujuan meraih keuntungan politis, toh si pembuat (Geert Wilders) adalah seorang politisi konservatif Belanda yang partainya tidak terlalu besar (Waduh, sorry… jadi ad-hominem
)
And what should we do to counter this critique? Hmmm, bisa bermacam-macam. Yang terpikir oleh saya adalah: buat sebuah jawaban yang diekspresikan dalam berbagai media (film, tulisan, dll), yang membantah segala pendapat yang mengatakan bahwa Islam adalah agama pro kekerasan, dengan mengacu pada pendapat tokoh-tokoh Islam non-radikal, dan juga penafsiran lain (yang gak radikal tentunya) terhadap ayat-ayat Qur’an, terutama ayat-ayat yang dianggap bernada teror. Contoh respon semacam itu ada disini:
Semoga saja umat tidak terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan macam sweeping bule, demonstrasi anarkis, maupun perusakan-perusakan yang malah semakin menguatkan opini Geert Wilders mengenai Islam. Jangan ada lagi tindakan-tindakan ironis yang diperbuat oleh penganut agama rahmatan lil alamin ini. Dinginkan kepala sebelum merespon, okeh?



gimana kalo dihadapi dengan membuktikan bahwa pikiran pembuat filem itu salah?
Jangan malah melakukan tindakan yang makin membenarkan kalo filem itu benar.
karena dipaksa ama tito aku kasih komen deh
hihi…
intinya mah si GW cuman mo cari perhatian… masalah politik, dia lagi berusaha dapet simpati garis keras (maksudnya garis keras pembenci islam)
macem wb lah… mending didiemin aja… kalo dirame2in ntar malah kesenengan dienyah
chan juga sepakat, mending beri kounter berupa jawaban, emang lagi dibikin tuh setau akyu…
maksudnya jawabannya berupa pilem juga
sori ketinggalan komennya
@Dana: Yee…. pan ntu yg ana bilang di paragraf 4 dan 5… *getok Dana*
@Cha_n: emang udah kok, mbak… kan link-nya aku muat diatas :s
hiks…. pada kurang nyimak… bacanya sambil lalu yaa?
saya baru donlot pelemnya kmaren sore
malah kaget sendiri, soalnya emang nonton sendirian
iya to. Saya baca kok. Tapi komen saya bermaksud menegaskan bagi yang nggak baca. *ngeles tingkat tinggi*
jangan trpancing…. diemin aja ntar jg ilang sendiri
saya maafkan si GW. saya khan muslimah yang pemaaf…
*senyum jumawa*
Bagi saya ya film seperti ini sebenarnya hanya kritik yang biasa saja. Kalaupun terkesan terlalu menggeneralisir dan bias, yah, memang banyak sekali kritisisme yang demikian. Mengingat badan-bada klergikal umat Islam secara umum sendiri memang punya kecenderungan kuat untuk mengkritik (saya masih ingat VCD-VCD yang menyerang Kristianitas), ya secara logika fair saja untuk membiarkan kritik yang satu ini. Membiarkan dalam artian dibiarkan beredar, bukan tidak direspon. Saya setuju, kalau memiliki argumentasi, berikan bantahan. Jadikan ini sebagai diskusi, bukan perang. Kritik, bukan hinaan.
@edy: nonton sendirian? makanya cari pacar?
loh? apa hubungannya yak?
@Dana: ngeles molo kayak bajaj
@mastogog: kalau saja semua umta berpikir begitu
@Ck: bagus2… muslimah pemaaf cocoknya ama muslim pemaaf, umur 27, kerja di sudirman.. *loh, kok saya malah jadi promosiin diri???*
@Geddoe: Mantap, bro…. perangi mereka dengan “kekuatan logika” bukan dengan “logika kekuatan”.
Saya coba memahami pikiran wilder…
Tdak butuh berjuta2 orang Islam untuk memantik sebuah bom di keramaian kota manapun (khususnya eropa dan amerika) yg bisa membunuh banyak manusia yg gak bersalah, dan lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik mencegah masuknya Islam ke Belanda (eropa secara umum) dari pada hidup bersanding dg bom waktu.
Secara saya pernah melihat dg sendiri bagaimana seorang Ibu kehilangan anaknya gara2 agama (Islam),
shit!!![sadis mode on]
Halah, buat nyari cewek aja ngakunya muslim. Jelas-jelas situ orangnya agnostik…
[sadis mode off]
*Ya, tapi emang bener masih muslim sih…* ^^;;
hmmm
Sorry sebenarnya bkan hanya Islam yg seperti itu, agama2 lain juga, tapi saya rasa sebagian orang Islam lah yg saat ini blm dewasa dalam menyikapi kritikan jika di bandingkan dengan umat agama lain.
@joyo:
untuk yg bagian pertama yg saya kutip, saya rasa terlalu ekstrim… toh tiap agama juga punya doktrin2 bernada kekerasan…
untuk yg paragraf kedua, sebagai muslim saya setuju bahwa umat muslim pada umumnya memang masih belum dewasa dalam menghadapi kritikan2 thd agamanya… reaksi mereka yg keras justru malah membuktikan prasangka bahwa islam agama kekerasan
@Sora9n:
*jitak sora*
ente juga sama aja khan?
sudah lama kulepas BAJU itu
emang ada ya to link nya?
mana sih kok aku ga liat?
padahal aku udah baca sungguh-sungguh loh tulisanmuh
[...] “Fitna” Buatan Indonesia 2 05 2008 Beberapa waktu lalu saya sempet posting soal film berjudul “Fitna” buatan seorang politisi sayap kanan Belanda. Dan saya gak ada maksud mengungkit-ungkit kisah yang [...]