Beberapa waktu lalu saya sempet posting soal film berjudul “Fitna” buatan seorang politisi sayap kanan Belanda. Dan saya gak ada maksud mengungkit-ungkit kisah yang sebenarnya udah agak tenggelam. Beberapa teman dan rekan blogger lainnya juga sudah banyak yang membahas mengenai kedangkalan film Geert Wilders ini, jadi ngapain juga musti dipanaskan lagi?
Tetapiiiiii…. beberapa hari yang lalu saya menemukan hal yang mengejutkan di Youtube. Kenapa mengejutkan? Karena saya menemukan “versi lain dari film Fitna”, yaitu versi Indonesia:
Dalam film diatas, adegan yang paling membuat saya sedih dan mengurut dada adalah ketika salah satu penceramah menganjurkan untuk membunuh pengikut Ahmadiyah dimanapun mereka berada, kepada khalayak yang menyimak ceramahnya…. sangat menyedihkan, karena tanpa sengaja hal itu malah mendukung pandangan Geert Wilders mengenai Islam. Berikut sedikit cuplikan dari khotbah Ustad Sobri Lubis (Sekjen Front Pembela Islam):
“…kami katakan: kami ajak kepada umat islam untuk perangi Ahmadiyah! Bunuh Ahmadiyah dimanapun mereka berada, saudara-saudara! Allahu Akbar!! Bunuh-bunuh bunuh-bunuh !!! …Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan… persetan dengan HAM! Tai kucing dengan HAM!!”
Merekalah sebenar-benarnya kelompok yang menodai dan menghinakan Islam. Mereka inilah teroris!! Semoga pemerintah masih punya nyali untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang menabur benih kebencian semacam ini. Kelompok inilah yang lebih patut untuk dibubarkan dan dikenai pasal penistaan agama!
Bila Geert Wilders melihat video ini mungkin dia akan tersenyum lebar seraya berseru: “Saya bilang juga apa?”



Setuju. Perkara menerima atau menolak dogma Ahmadiyah, dengan membunuhi mereka, itu lain urusan. Boleh-boleh saja menolak tafsir Ahmadiyah, tapi kalau disertai dengan pembantaian tentunya bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam sendiri.
Jangan biarkan FPI membajak Islam.
Tito: betul! mau dia bernabikan atau bertuhankan tuyul kek, trus dia mengaku islam, maka buat yg Muslim gak usah marah trus ngebantai lah! cukup didakwahin aja… kalo dia emang gak mau nyadar ya itu urusan dia ama Tuhannya laah
percaya atau tidak, saya pernah mewawancarai politikus indonesia yang tinggal di luar negeri. menurut beliau, justru Islam di indonesia yang memperburuk agama Islam di mata dunia. sedangkan Islam di negara seperti Dubai dan negara-negara lainnya tidak seperti Islam di indonesia. saya sedih mendengar hal itu..
Tito: Wow, dapet ilmu baru lagi nih… sebagai orang Indonesia turut sedih juga mendengar hal itu.
Nah, saya juga bilang apa?
Islam teroris? mereka menyangka membuat Tuhan tersenyum ketika menguber-nguber dan mengelandang para waria dan pelacur jalanan, menyumbat rezeki orang-orang lemah yang berjualan makanan di siang bulan Puasa, perempuan2 yang bekerja di tempat-tempat “maksiat” seperti bar, pub, panti pijat dan tentu saja rumah-rumah bordil, menzalimi jemaah Ahmadiyah, merusak rumah ibadah penganut agama lain, menghalalkan membunuh orang-orang tidak bersalah yang beda agama.
Mereka terperangkap dalam ideologi memberhalakan Tuhan, sehingga melakukan tindakan yang dianggap membahagiakan atau memulyakan Tuhan sah-sah saja, sampai menjadi manusia yang sangat keji dan biadab.
Semua di atas namakan agama Islam, dan itu adalah senjata pamungkas yang TOP yang tidak ada lawan di dunia ini.
Islam adalah adil
Islam adalah damai
Islam adalah agama kasih sayang
Ternyata ajaran seperti itu yang aku dapat di bangku SD dulu salah semua
Tito: ajaran yg kita dapat waktu SD itu nggak salah kok, pak/bu…. para ekstrimis inilah yg membuat Islam jadi haus darah seperti itu.
Sekarang Akmadiyah, besok lusa giliran siapa lagi yang darahnya halal ditumpahkan?
* sepertinya mr. Wilder ngga sepenuhnya salah
Tito: ya… dia gak sepenuhnya salah
lagi2 wilders benar, saya setuju dengan beliau
Tito: + 1 fakta pendukung buat fitna
Setuju bos
*elus2 jenggot*
saya bilang juga apa!!
It happens when complicated things, goes to “nothing inside his cranium, extremely emotional” leader, along with “just follow the orders” follower…
Tito: Perfect combination, eh?
parah dech ah… :nohope:
Tito: kok no-hope? jangan pernah berhenti berharap dan berjuang, ok?
================
================
NOW AVAILABLE CHRISTIANITY MADE IN MALAYSIA!!!
================
================
EVERY CHRISTIAN NOW MUST LEARN ARABIC. THE FIRST LESSON IS SAY “ALLAH” AND NOT “GOD”.
This is because English language not suitable anymore because the original Bible is in Arabic.
Get the full story here: http://ckasih.blogspot.com
Islam baru setelah Islam Ahmadiyah : Islam FPI
Nabi baru : Nabi Sobri Lubis
Tito: hehehe… bisa aja loe… tapi iya juga ya?
Spam inih…
(BTW Alkitab asli bukannya dalam bahasa Yunani dan Aramaik?
)
MASIH INGAT DENGAN SAYA ..Pendekar tapak suci ?
Saya Salman AL JAZULI
Tito: si Ratu Adil ya?
jangan suka bikin rusuh lagi di blogsphere yak?
kok malah main hakim sendiri toh ? meski ajaran ahmadiyan salah, tapi manusia2 yang mengikuti itu adalah makhluk ciptaan TUHAN…mereka hanya perlu diluruskan ke jalan yang benar..bukan dibunuh…
Udeh….dari pada Lu’ pada pusing mendingan NgE Blog aja dech……….
Ngurusin yang gituan g bkaln da Ujungnya….Cuma Debat Kusir aje….
cape dech….
Lanjut NgE BloG lgi aCh….
ini Yang NamAnya tanda-TaNda KiaMaT………
JaDi Ga SaH PuSing² NguRusin YaNg BeGitUan
YaNG PentiNg SeKaraNg KiTa TinGkatkaN ja ImaN Dan Taqwa Kita KePada AllaH SWT, iNi YaNg SaNGat peNtiNg, OK !!!
wow… kaget juga gw ngeliat-nya…
untuk apa kita meningkatkan iman dan takwa kalo kita tetap membiarkan hal2 kaya gini terus berlanjut sama aja boong….
jadi selain memupuk iman dan takwa kita juga seharusnya bisa memupuk rasa kebersamaan kita sebagai sesama MANUSIA
*pizzz \m/*
@Cempluk& k4l-3l: setuju!
@Kabayan & Zain: yee… gak ada salahnya peduli ama hak asasi org lain toh?