<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bebas Memilih</title>
	<atom:link href="http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/</link>
	<description>Renungan dan pengalaman yang terekspresikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2009 11:36:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: rumahdamai</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-517</link>
		<dc:creator>rumahdamai</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 00:30:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-517</guid>
		<description>saya setuju dan tidak juga setuju... Allah Ta&#039;ala menciptakan perbedaan agar umat manusia baik yang beragama maupun yang tak beragama adalah untuk saling berlomba dalam kebaikan... &quot;Ya Allah saya tidak kuat dengan neraka Mu...dan amal apa yang akan memasukan saya ke surga Mu&quot; mungkin ini baru sekedar teori, seharusnya manusia tanpa ada perasaan takut akan neraka dan mengharapkan surga, mereka terus berlomba dalam kebaikan. namun saya yakin...Hanya Karunia Allah semata yang dapat memasukan manusia ke dalam surga, dan dengan kekuasaan-Nya manusia di bebaskan dari neraka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dan tidak juga setuju&#8230; Allah Ta&#8217;ala menciptakan perbedaan agar umat manusia baik yang beragama maupun yang tak beragama adalah untuk saling berlomba dalam kebaikan&#8230; &#8220;Ya Allah saya tidak kuat dengan neraka Mu&#8230;dan amal apa yang akan memasukan saya ke surga Mu&#8221; mungkin ini baru sekedar teori, seharusnya manusia tanpa ada perasaan takut akan neraka dan mengharapkan surga, mereka terus berlomba dalam kebaikan. namun saya yakin&#8230;Hanya Karunia Allah semata yang dapat memasukan manusia ke dalam surga, dan dengan kekuasaan-Nya manusia di bebaskan dari neraka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: esensi</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-486</link>
		<dc:creator>esensi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 03:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-486</guid>
		<description>*mandek sebentar*

:roll:
melihat tulisan Anda, saya jadi deja vu...
persis waktu saya SMA

*jalan lagi*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*mandek sebentar*</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /><br />
melihat tulisan Anda, saya jadi deja vu&#8230;<br />
persis waktu saya SMA</p>
<p>*jalan lagi*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zal</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-481</link>
		<dc:creator>zal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 18:14:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-481</guid>
		<description>::To, jika deskripsinya tentang agama, koq aku  lebih berkecondongan pada agama disisi Allah, adalah &quot;Islam&quot;,  hanya saja, agama yang ini, adalah agama yg diberikan, disematkan, bagi yg dikendakiNYA, namun kebanyakan merasa on the track, ya udah ajalah...bukan urusanku koq...jangan-jangan yang kelihatan berbuat baik, malah adalah yang membangkang peran yang seharusnya jahat...nah lho...

&lt;strong&gt;Tito: kalo menurut saya pengertian &quot;Islam&quot; itu sendiri gak formalistik... bisa jadi mereka yg gak pernah ucapkan 2 kalimat syahadat dan ngejalanin rukun Islam ternyata lebih Islam ketimbang mereka yg menjalankan segala ritual formalistik ke-Islaman itu sendiri&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>::To, jika deskripsinya tentang agama, koq aku  lebih berkecondongan pada agama disisi Allah, adalah &#8220;Islam&#8221;,  hanya saja, agama yang ini, adalah agama yg diberikan, disematkan, bagi yg dikendakiNYA, namun kebanyakan merasa on the track, ya udah ajalah&#8230;bukan urusanku koq&#8230;jangan-jangan yang kelihatan berbuat baik, malah adalah yang membangkang peran yang seharusnya jahat&#8230;nah lho&#8230;</p>
<p><strong>Tito: kalo menurut saya pengertian &#8220;Islam&#8221; itu sendiri gak formalistik&#8230; bisa jadi mereka yg gak pernah ucapkan 2 kalimat syahadat dan ngejalanin rukun Islam ternyata lebih Islam ketimbang mereka yg menjalankan segala ritual formalistik ke-Islaman itu sendiri</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: etca</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-477</link>
		<dc:creator>etca</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 06:22:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-477</guid>
		<description>Tulisanmu membuatku teringat pada tulisan seorang kawan karib. Ini Copas dari blognya.

&lt;strong&gt;To Be Different Is Not Crime&lt;/strong&gt;
0 Comments Published by Nanang Musha on Friday, June 2, 2006 at 11:27 PM.  

Ketika jalanan terlalu padat oleh keseragaman kita harus bergerak. Mewarnai, atau bahkan menciptakan lorong-lorong baru. Kita tidak sedang berbicara tentang anti-kemapanan atau melawan mainstream. Tidak. Sama sekali tidak. Lorong baru diperlukan bukan untuk memberontak, melawan arus dengan bergerak. Sama sekali bukan. Kita memerlukan lorong baru semata-mata untuk menjaga kesadaran manusia. Sama itu wajar, namun menganggap keseragaman sebagai kewajiban adalah salah. Betapa tidak, perbedaan adalah hukum alam (dalam bahasa lain: Sunnatullah) yang tidak bisa digugat. Sejarah mencatat bahwa beda itu biasa. Justru ketika semuanya sama dan seragam maka kita patut mempertanyakan. Ada apa?

Kita tidak sedang mencurigai ada apa dibalik arus utama. Hanya ingin bersikap kritis dan menjaga kesadaran kita. Apa salahnya jika sesekali bertanya: ada apa? Apa salahnya jika sesekali mengkritisi: jangan-jangan ada sesuatu dibalik ini.
Kita harus mengakui bahwa selama ini telah dicekoki homogenisasi. Kita tidak lagi terbiasa untuk berbeda. Kita tidak lagi berani berkata tidak untuk apa yang kita tolak. Kita terlalu pengecut. Diam dan melarikan diri. Anjing!!

Sekali lagi, kita harus bergerak untuk menjaga kesadaran manusia. Bahwa dalam kondisi tertentu keseragaman bukanlah kewajiban. Betapapun sulitnya untuk memulai, setidaknya kita punya mimpi yang diyakini bahwa berbeda tak selamanya dosa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisanmu membuatku teringat pada tulisan seorang kawan karib. Ini Copas dari blognya.</p>
<p><strong>To Be Different Is Not Crime</strong><br />
0 Comments Published by Nanang Musha on Friday, June 2, 2006 at 11:27 PM.  </p>
<p>Ketika jalanan terlalu padat oleh keseragaman kita harus bergerak. Mewarnai, atau bahkan menciptakan lorong-lorong baru. Kita tidak sedang berbicara tentang anti-kemapanan atau melawan mainstream. Tidak. Sama sekali tidak. Lorong baru diperlukan bukan untuk memberontak, melawan arus dengan bergerak. Sama sekali bukan. Kita memerlukan lorong baru semata-mata untuk menjaga kesadaran manusia. Sama itu wajar, namun menganggap keseragaman sebagai kewajiban adalah salah. Betapa tidak, perbedaan adalah hukum alam (dalam bahasa lain: Sunnatullah) yang tidak bisa digugat. Sejarah mencatat bahwa beda itu biasa. Justru ketika semuanya sama dan seragam maka kita patut mempertanyakan. Ada apa?</p>
<p>Kita tidak sedang mencurigai ada apa dibalik arus utama. Hanya ingin bersikap kritis dan menjaga kesadaran kita. Apa salahnya jika sesekali bertanya: ada apa? Apa salahnya jika sesekali mengkritisi: jangan-jangan ada sesuatu dibalik ini.<br />
Kita harus mengakui bahwa selama ini telah dicekoki homogenisasi. Kita tidak lagi terbiasa untuk berbeda. Kita tidak lagi berani berkata tidak untuk apa yang kita tolak. Kita terlalu pengecut. Diam dan melarikan diri. Anjing!!</p>
<p>Sekali lagi, kita harus bergerak untuk menjaga kesadaran manusia. Bahwa dalam kondisi tertentu keseragaman bukanlah kewajiban. Betapapun sulitnya untuk memulai, setidaknya kita punya mimpi yang diyakini bahwa berbeda tak selamanya dosa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kunderemp</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-475</link>
		<dc:creator>kunderemp</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:12:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-475</guid>
		<description>Karena kita dikondisikan menafsirkan kebenaran itu kelompok-per-kelompok. Dan itu jadi kritikan oleh orang-orang seperti Leopold Weiss (Muhammad Asad -- Wartawan, Yahudi Austria yang masuk Islam) dan M.A.S Abdel Haleem (profesor Islamic Studies di Oxford). Ketika orang-orang di masa Rasulullah mendengar &quot;Islam&quot;, yang dipahami bukanlah agama eksklusif yang disebut &quot;Islam&quot;.

Bukti arkeologi? Menurut Robert Hoyland, profesor Studi Arab dan Timur Tengah, kaum Muslimin tidak menamakan dirinya muslim selama 120 tahun pertama (tulisannya bahkan ada di Islamic-Awareness.org berjudul &quot;The Content and Context of Early Arabic Inscription&quot;). Mereka lebih suka menamakan dirinya Tayayye (atau proto-Arab) atau sebagai orang-orang Mu&#039;min. (pernahkah terpikir, mengapa Khulafur Rasyidin dijuluki &quot;Amirul Mu&#039;minin&quot; dan bukan &quot;Amirul Muslimin&quot;?). Kata Islam yang muncul 70 tahun pertama lebih bersifat kutipan dari Quran atau lebih cenderung umum.

Kalau mau mendebat ustadz tersebut, bisa aja 2:62, 5:69, 22:17. Tapi pengalamanku, orang-orang fanatik dengan identitas &#039;Islam&#039; langsung menyatakan ayat tersebut tidak berlaku -- Nasakh Mansukh.


Oh ya..
Shabi&#039;in = orang yang keluar dari agamanya untuk mencari yang lebih baik
Kafir = orang yang mengetahui perintah dari Tuhannya tetapi enggan mengakuinya (jadi bukan karena tidak tahu)

&lt;strong&gt;Tito: What a great Info, kund! many thanks ;)&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena kita dikondisikan menafsirkan kebenaran itu kelompok-per-kelompok. Dan itu jadi kritikan oleh orang-orang seperti Leopold Weiss (Muhammad Asad &#8212; Wartawan, Yahudi Austria yang masuk Islam) dan M.A.S Abdel Haleem (profesor Islamic Studies di Oxford). Ketika orang-orang di masa Rasulullah mendengar &#8220;Islam&#8221;, yang dipahami bukanlah agama eksklusif yang disebut &#8220;Islam&#8221;.</p>
<p>Bukti arkeologi? Menurut Robert Hoyland, profesor Studi Arab dan Timur Tengah, kaum Muslimin tidak menamakan dirinya muslim selama 120 tahun pertama (tulisannya bahkan ada di Islamic-Awareness.org berjudul &#8220;The Content and Context of Early Arabic Inscription&#8221;). Mereka lebih suka menamakan dirinya Tayayye (atau proto-Arab) atau sebagai orang-orang Mu&#8217;min. (pernahkah terpikir, mengapa Khulafur Rasyidin dijuluki &#8220;Amirul Mu&#8217;minin&#8221; dan bukan &#8220;Amirul Muslimin&#8221;?). Kata Islam yang muncul 70 tahun pertama lebih bersifat kutipan dari Quran atau lebih cenderung umum.</p>
<p>Kalau mau mendebat ustadz tersebut, bisa aja 2:62, 5:69, 22:17. Tapi pengalamanku, orang-orang fanatik dengan identitas &#8216;Islam&#8217; langsung menyatakan ayat tersebut tidak berlaku &#8212; Nasakh Mansukh.</p>
<p>Oh ya..<br />
Shabi&#8217;in = orang yang keluar dari agamanya untuk mencari yang lebih baik<br />
Kafir = orang yang mengetahui perintah dari Tuhannya tetapi enggan mengakuinya (jadi bukan karena tidak tahu)</p>
<p><strong>Tito: What a great Info, kund! many thanks <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cK</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-473</link>
		<dc:creator>cK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 12:09:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-473</guid>
		<description>ini pertanda agnostik... :mrgreen:

&lt;strong&gt;Tito: Udah bukan pertanda lagi sih :P&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini pertanda agnostik&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tito: Udah bukan pertanda lagi sih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: danalingga</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-472</link>
		<dc:creator>danalingga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 06:19:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-472</guid>
		<description>Gosipnya sih to, ndak ditentukan dari label agamanya untuk sekedar mencicipi bidadari surga itu. Tapi ini gosip loh ya. :mrgreen:

&lt;strong&gt;Tito: moga2 bukan sekedar gosip belaka ya? :)&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gosipnya sih to, ndak ditentukan dari label agamanya untuk sekedar mencicipi bidadari surga itu. Tapi ini gosip loh ya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tito: moga2 bukan sekedar gosip belaka ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kroco Geddoe</title>
		<link>http://pinandito.wordpress.com/2008/05/09/bebas-memilih/#comment-471</link>
		<dc:creator>Kroco Geddoe</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 05:53:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinandito.wordpress.com/?p=62#comment-471</guid>
		<description>Haaalaaah! Kafiiir! Kafiiir! :twisted: 

BTW, soal problem of hell itu, menurut pengalaman saya, kebanyakan umat akan mengelak mengatakan ya atau tidak dengan mendengungkan retorika &quot;itu urusan Tuhan&quot;. :)
&lt;strong&gt;
Tito: Bukannya itu jawaban yg bijak, bro? dengan jawaban seperti itu khan mereka tidak gampang menghakimi &lt;em&gt;the other &lt;/em&gt;sebagai penghuni neraka?&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haaalaaah! Kafiiir! Kafiiir! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' />  </p>
<p>BTW, soal problem of hell itu, menurut pengalaman saya, kebanyakan umat akan mengelak mengatakan ya atau tidak dengan mendengungkan retorika &#8220;itu urusan Tuhan&#8221;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong><br />
Tito: Bukannya itu jawaban yg bijak, bro? dengan jawaban seperti itu khan mereka tidak gampang menghakimi <em>the other </em>sebagai penghuni neraka?</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
