
“Di tengah lautan semua orang bersaudara, tetapi mereka yang memegang pelampung, mungkin tidak mau berbagi ~V, Mafia Manager~
kalau saya amati lebih jauh, pepatah di atas sebenarnya lumrah dalam kehidupan sehari-hari meski tidak seekstrim itu…. Bedanya: kalau analogi di atas menyangkut nyawa siapa yang dikorbankan (bila kapal akan tenggelam), maka dalam kehidupan sehari-hari lebih menyangkut kepentingan siapa yang dikorbankan…
Misalnya di jalan… sering saya melihat metromini dan angkot ngetem seenaknya tanpa peduli kalau mereka bikin macet jalan (yang bisa jadi mengganggu kelancaran pengendara lain yang sedang menuju tempat mereka mencari nafkah). Alasannya? Ya karena para awak angkutan umum itu juga sedang berjuang mencari sesuap nasi! Kalau mereka tidak ngetem, mereka tidak mengganggu kepentingan orang lain tapi resiko kelaparan, sedangkan kalau mereka ngetem mereka mengganggu kepentingan orang lain tapi dapur mereka (setidaknya untuk hari itu) bakal ngebul. Jujur saja, walau saya gondok setengah mati kalau perjalanan saya terganggu aksi ngetem mereka, namun saya juga akan berbuat hal yang sama kalau ada di posisi mereka.
Atau di sekitar lingkungan kerja, belum lama ini saya melihat peristiwa ‘homo homini lupus’ , yang sangat kasat mata, dimana ada seseorang yang bagai Narasoma di cerita Mahabharat, yang memihak “Kurawa” karena terpaksa, dan ikut menyerang “Pandawa” meski secara moral ia mendukung kemenangan lawan yang ia serang itu. Sedangkan kalau ia berpindah pihak, bukan dirinya saja yang kena getahnya tapi rekan-rekan lainnya yang tidak tahu apa-apa bisa ikut kena… *sigh*
Dan masih ada beberapa contoh peristiwa “kalo bukan kamu nanti aku yang kena” yang terlalu panjang kalau saya sebut satu persatu disini. Hikmah yang saya dapat dari peristiwa-peristiwa itu adalah: Dalam kehidupan, kita akan lebih banyak berurusan dengan ‘conflict of interest’ semacam ini, malah, seandainya kita memberanikan diri untuk mengedepankan moral di atas ego (atau jadi martir sekalian), adakalanya rekan dan orang terdekat malah ikut terbawa-bawa…
Halagh… apapun itu, yang penting eling bahwa manusia punya potensi menjadi setan maupun menjadi orang suci, karenanya saya harus selalu waspada, tidak mudah percaya tapi juga tidak buru-buru berburuk sangka…
“Bersikap santun pada semua orang, akrab dengan banyak orang, tapi percayai beberapa diantaranya saja…” (ini kutipan dari buku mafia manager yang saya ubah dengan sewenang-wenang
)



Recent Comments